News Update :
 photo pamong.png
 photo sukses pilkades.11.jpg
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kegiatan Sepeda Sehat HIPPRADA Ranting Kartasura

Penulis : Unknown on Minggu, 21 Desember 2014 | 09.07

Minggu, 21 Desember 2014

HIPPRADA adalah singkatan dari Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda. Sejak berdirinya Gerakan Pramuka semua organisasi Pandu yang ada sebelumnya, telah menyatakan meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka. Mulai saat itu kata Pandu berganti nama dengan Pramuka.
Pada Tahun 1967 muncul beberapa gagasan dari beberapa tokoh Pandu yang tidak bergabung ke Pramuka, untuk berhimpun dalam suatu wadah tersendiri dan akhirnya gagasan tersebut dikemukakan kepada Ketua Kwarnas. Alm. Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada waktu meninjau perkemahan Pramuka Penegak dan Pandega (Perpanitra) di Bogor pada bulan Agustus 1968.

Pada tanal 5 Mei 1972 di Kwarnas berkumpul sekitar 30 orang Pandu, untuk membentuk dewan sesepuh pandu-pandu yang diketuai oleh Bung Tomo. Setahun kemudian dalam sebuah pertemuan di kediaman Bapak Sri Sultan HB IX, tanggal 8 April 1973, usulan Pandu Wreda diterima. Akhirnya SK Ka Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 075/ KN/ 75 tanggal 22 Juli 1975, Himpunan Pandu Wreda "Hiprada" resmi terbentuk dengan ketua umum pertama Alm. Bapak Soediro (Mantan Gubernur Sulawesi) dan ketua harian Bapak Prof. Dr. Soetarman (Mantan Ketua PP IPINDO)

Kegiatan Sepeda Sehat HIPPRADA Ranting Kartasura

Pada Tahun 1983, Hiprada dikembangkan dengan membuka pintu bagi anggota Pramuka Dewasa usia di atas 27 tahun menjadi anggota. Dengan langkah itu diharapkan HIPPRADA (sudah dengan 2 P) dapat menghimpun para anggota Pramuka Dewasa yang tidak menjadi Pembina dan Andalan dapat bergabung ke dalam Hipprada. Seperti Gerakan Pramuka, saat ini Hipprada telah memiliki AD/ ART dalam mengatur Organisasinya.

Pada Tangal 26 Juli 1977, HIPPRADA secara resmi diterima sebagai anggota The International Felloship of Former Scouts and Guides (IFOFSAG), yakni persaudaraan para pandu tua, baik putra maupun putri. Pada Tahun 1993 HIPPRADA mendapat kehormatan sebagai tuan rumah General Assembly (GA) ke 20 IFOFSAG yang dilaksanakan di Yogyakarta.

Keberadan HIPPRADA dapat merupakan wadah untuk memelihara dan mewujudkan semboyan “Sekali Pandu Tetap Pandu, Sekali Pramuka Tetap Pramuka“ melalui wadah tersebut persaudaraan sesama Pandu/ Pramuka dapat dilestarikan dan pengabdian kepada masyarakat bangsa dan Negara terus dapat dilanjutkan. 


Minggu (21/12/2014) HIPPRADA Ranting Kartasura mengadakan kegiatan olah raga Sepeda Sehat bersama anggota. Start dimulai dari kantor Balai Desa Gumpang kemudian finish dirumah salah satu anggota HIPPRADA (Santoso.BR) di Kampoeng Jembangan - Pabelan.
Kegiatan Rutien HIPPRADA tersebut di isi dengan acara tausiah serta acara ramah tamah yang menandakan betapa indah'nya forum silaturahmi dijelang usia senja.

Kepala Desa Gumpang Mengikuti Acara Sepeda Sehat HIPPRADA

"Penting'nya menjaga kesehatan di usia tua" Admin sempat terkagum kagum dengan bapak-bapak & ibu-ibu anggota HIPPRADA mereka terlihat sangat bugar dan sehat kuat untuk mengikuti kegiatan sepeda sehat yang route'nya terbilang lumayan panjang. heuheu :D

 Kegiatan Sepeda Sehat HIPPRADA Ranting Kartasura

"Salam HIPPRADA Untuk Kita Semua"
Lestari.. Lestari Sepanjang Masa :)

Foto Diambil Oleh : WahYou Eka
komentar | | Read More...

Misteri Pabrik Peninggalan Belanda Yang Berada Di Desa Pabelan

Penulis : Unknown on Jumat, 19 September 2014 | 18.59

Jumat, 19 September 2014

Salah satu situs peninggalan jaman penjajahan Belanda adalah pabrik yang terlihat kuno ini. Pabrik yang berdiri di daerah paling barat Desa Pabelan.

Pabrik ini dulunya adalah pabrik untuk pengolahan Tebu untuk dijadikan gula. Namun sekarang pabrik yang penuh nuansa Belanda ini dibeli oleh pihak swasta untuk dijadikan Gudang Tembakau.
 

Tentu tak lengkap jika tidak membahas tentang mitos yang tumbuh di lingkungan pabrik. Konon pabrik yang disalah satu ruanganya ada tulisan tahun 1918 ini banyak dihuni para mahkluk astral.
 
Banyak yang percanya mitos tersebut tapi, itu adalah mitos. Boleh percaya atau tidak. Jika ingin melihat atau bagi yang suka fotografi silahkan datang langsung, alamat lengkapnya Gembongan Pabelan Kartasura

Cerobong Asap

komentar | | Read More...

Renovasi Makam Mbah Demang Pabelan

Penulis : Unknown on Sabtu, 31 Mei 2014 | 14.52

Sabtu, 31 Mei 2014

Mbah Demang konon cerita adalah lurah pertama  desa pabelan pada saat penjajah’an belanda, seorang tokoh masyarakat yang sangat disegani waktu itu oleh karena kepiawaian’nya dalam mengurus tata pemerintahan desa pabelan.
Mbah Demang adalah sosok pejuang yang tangguh dalam memperjuang’kan kemakmuran rakyat desa pabelan. Kini Mbah Demang Pabelan atau Mbah Lurah dimakam’kan di pesare’an dukuh pabelan – desa pabelan.


Menurut para ahli sejarah kala itu kantor pemerintahan desa pabelan (balai desa) terletak di dukuh pabelan itu sendiri, tepat’nya disebelah utara lapangan pabelan (timur jalan) sebelum dipindah’kan ke dukuh banaran saat ini. (cuplik’an sejarah mbah demang pabelan atau mbah lurah)

 lokasi makam Mbah Demang Pabelan

Sabtu (31/05/2014) ketika kami jalan-jalan keliling desa pabelan sempat mampir sejenak di makam Mbah Demang Pabelan yang kata’nya ada acara renovasi makam. Biasa setiap menjelang bulan ruwah para ahli waris mbah demang selalu merenovasi atau bersih-bersih makam mbah demang: Tutur mas Pitut (juru kunci makam) Pengerja’an renovasi sekitar 2 minggu’an Mas, sebab bangunan sudah rusak semua: Tambah’nya.

lokasi makam Mbah Demang Pabelan

Disana kami dapet cerita-cerita sejarah dari Mas Pitut juru kunci makam itu, dari sejarah kepemimpinan lurah mbah demang serta kisah cerita Raden Pabelan yang juga dimakam’kan disana berdekatan atau satu pesare’an dengan makam Mbah Demang,

 lokasi makam Mbah Demang Pabelan

Sampai kisah cerita silsilah Alm Pak Soepardji  lurah pabelan dijaman modern ini (beliau juga dimakam’kan di pesare’an yang sama) tentu’nya kita sambil lihat para pak tukang yang sedang merenovasi makam mbah demang pabelan.

 ini makam Alm Pak Soepardji (lurah pabelan dijaman modern)

Penulis Oleh : WahYou Eka
komentar | | Read More...

SEJARAH ASAL MUASAL KARTASURA

Penulis : Unknown on Selasa, 20 Mei 2014 | 23.53

Selasa, 20 Mei 2014

SEJARAH KARTASURA
Tahun 1600(J) Adipati Trunojoyo dibantu Kraeng Galengsong memberontak pemerintah Mataram yang beribukota di Plered. Sunan Amangkurat I melarikan diri bersama keluarganya. Setelah pasukan Trunojoyo memenangkan pertempuran, mereka segera meninggalkan Plered dan membangun kekuatan baru di Kabupaten Kediri. Adipati Trunojoyo memproklamasikan diri sebagai raja yang berkuasa atas seluruh tanah Jawa.

Sementara itu Sunan Amangkurat I beserta keluarga dan para pengikutnya sudah berada di desa Ajibarang Kabupaten Banyumas. Dalam kondisi yang serba sulit, Sunan Amangkurat I jatuh sakit hingga akhirnya beliau wafat. Sesuai permintaannya sebelum meninggal, jenazah Sunan Amangkurat I dimakamkan di desa Tegalarum Kabupaten Tegal.
Pangeran Adipati Anom (putra Sunan Amangkurat I) menyatakan diri sebagai raja baru menggantikan ayahandanya, beliau bergelar Susuhunan Amangkurat II. Seluruh kekuatan yang masih setia segera dikumpulkan dan dipusatkan di kota Tegal, mereka bersepakat merebut kembali kekuasaan tanah Jawa yang sekarang berada dalam genggaman Adipati Trunojoyo. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Sunan Amangkurat II minta bantuan kekuatan tempur kepada kompeni Belanda di Batavia (Jakarta).

Tahun 1601(J) Sunan Amamangkurat II mengerahkan pasukan tempur yang sangat besar untuk menyerang Adipati Trunojoyo di Kabupaten Kediri. Pasukan Kediri kewalahan menghapi prajurit Mataram yang dibantu serdadu kompeni dengan persenjaataan moderen. Setelah melalui pertempuran dahsyat, Adipati Trunojoyo tertangkap dan dijatuhi hukuman mati. Kekuasaan Mataram berhasil ditegakkan kembali oleh Sunan Amangkurat II.

Usai menumpas pemberontakan Trunojoyo, Sunan Amangkurat II menarik pasukannya menuju Kabupaten Semarang, kemudian beliau memberi perintah kepada Pangeran Nrangkusumo agar membuka hutan Wanakerta dan dibangun menjadi kawasan permukiman. Dalam kurun waktu dua tahun hutan Wanakerta sudah berubah menjadi sebuah kota yang besar.
Pada hari Rebo Pon, tanggal 27 Ruwah, tahun Alip 1603(J), bertepatan dengan tanggal 11 September 1680(M), Sunan Amangkurat II secara resmi menempati ibukota kerajaan yang baru. Sejak saat itu nama Wanakerta diganti dengan nama Kartasura Adiningrat.

 


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kartasura,_Sukoharjo
komentar (1) | | Read More...

Sejarah Terbentuknya Komunitas SRC-Bengawan'07 Di Pabelan

Asal muasal terbentuk'nya SRC (Solo Riders Community)
SRC merupakan wadah orang-orang pecinta alam dan jalan-jalan motor'an alias touring untuk menikmati suasana Alam yang indah. SRC terbentuk pada tanggal 17 Agustus 2007 dari kesepakatan PACITAN, arti'nya pada saat itu agenda touring pertama anggota SRC.
Semula nama komunitas pecinta touring ini adalah SRC-jembangan'07, sebab disaat itu semua anggota SRC orang/warga dk.jembangan - pabelan. Namun berangsur'nya waktu anggota SRC kian bertambah dan bukan hanya orang jembangan saja tapi orang luar jembangan dan sekitar'nya.

Kemudian kita bersama sama sepakat untuk mengubah nama SRC-Jembangan'07 menjadi SRC-Bengawan'07 dan Agenda acara touring setiap tanggal 17 Agustus setahun sekali.

Sejarah Acara Touring SRC:
Pada tanggal 17 Agustus 2007 - PACITAN (pantai klayar, watu karung, dan goa gong)
Pada tanggal 17 Agustus 2008 - Candhi Cetho Karanganyar dan Grojok'an Sewu Tawang Mangu.
Pada tanggal 17 Agustus 2009 - Candhi Gedong Songgo
pada tanggal 17 Agustus 2010 - PACITAN

nb: pada tahun 2011 dan 2012 tidak ada acara touring, sebab tanggal 17 Agustus ditahun itu bersama'an pas hari/bulan puasa.

Lambat laun waktu telah merubah, Pada tanggal 17 Agustus 2013 saat dimulai'nya touring lagi setelah 2 tahun absen atau gak ada kegiatan jalan-jalan touring keanggota'an SRC semakin bertambah dan bukan saja orang/warga dk.jembangan - pabelan.
Tetapi orang/warga kampung lain juga ikut bergabung dalam komunitas pecinta touring dk.jembangan - pabelan, mulai saat itu'lah para senior SRC menggagas soal penggantian nama komunitas dan keanggota'an dibuka untuk umum (warga desa pabelan dan sekitar'nya)
Pada tahun itu (17 agustus 2013) agenda SRC sambangi kota karanganyar persis'nya di Candi Cetho.
Setelah beberapa hati anggota SRC berdiskusi untuk mengubah nama seraca spontan terlahir usulan penjadwalan acara touring diagendakan 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal tahun atau bulan JANUARI dan 17 AGUSTUS ditahun yang sama.

Sejarah Acara Touring SRC :
Pada tanggal 17 Agustus 2013 - Candhi Cetho, Karanganyar.
Pada Tanggal 12 Januari 2014 - Kedung Kayang, Wonolelo, Magelang dan KETEP

Pergantian Nama SRC :
Dari kesepakatan KETEP tahun 2014 tanggal 12 januari : SRC-Jembangan'07 berubah menjadi SRC-Bengawan'07

Agenda Acara :
Setiap awal tahun (januari) dan pada tanggal 17 Agustus


SRC-Bengawan'07 Tour De Candhi Gedong Songo

SRC-Bengawan'07 Tour De Candhi Cetho Karanganyar

SRC-Bengawan'07 Tour De Kedung Kayang, Wonolelo-Magelang
SRC Solo Riders Community - Bengawan'07

Ditulis Oleh : WahYou Eka

komentar | | Read More...
 
Gemah Ripah | Loh Jinawi | Toto | Tentrem | Kerto Raharjo | Sukoharjo | MAKMUR
Terima Kasih Atas kunjungan'nya di. TEROPONG PABELAN . salam dari anak pabelan.
Desa Pabelan | Kecamatan Kartasura | Kabupaten Sukoharjo